Tuesday, March 26, 2019





   ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM ISLAM


Salah satu hak istimewa yang diberikan oleh Allah Yang Mahakuasa kepada manusia adalah kemampuan untuk berkomunikasi. Kemampuan ini sangat membantu orang dalam memenuhi kebutuhan mereka secara efektif, dan membuatnya lebih mudah untuk berkomunikasi satu sama lain. Selain itu, keterampilan komunikasi yang baik dan tepat dapat menjadi cara untuk mengantarkan seseorang menuju kesuksesan dan akan membawa manfaat bagi orang lain. Sebaliknya, komunikasi juga dapat menjadi pemicu kemudaratan, terutama jika seseorang salah dalam berkomunikasi atau mengganggu orang. Konsep komunikasi tidak hanya berkaitan dengan masalah cara berbicara yang baik tetapi juga etika berbicara. Sejak memasuki era reformasi, masyarakat Indonesia berada dalam suasana yang mandiri, bebas berbicara tentang apa saja, kepada siapa saja, dengan cara apa pun. Al-Quran menyebut komunikasi sebagai salah satu sifat manusia. Untuk mengetahui bagaimana manusia seharusya berkomunikasi. Al-Qur'an memberikan kata kunci (keyconcept) yag yang terkait dengannya. Al-Syaukani, misalnya, mendefinisikan kata kunci al-bayan sebagai kemampuan berkomunikasi. Selain itu, kata kunci yang digunakan untuk komunikasi Alquran adalah al-qaul. Makalah ini bertumpu pada gagasan bahwa setiap Muslim harus dibimbing oleh Alquran dalam mengeksplorasi kehidupan di bumi. Berkomunikasi adalah kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Agar setiap orang mampu berkomunikasi dengan baik dan membawa manfaat maka ia harus dibimbing oleh etika komunikasi seperti yang diuraikan dalam Al Qur'an. Perintah tersebut mengatakan dalam Al Qur'an dan Hadits menjadi indikasi wajib bagi umat Islam untuk menerapkan sifat kejujuran dan kebenaran adalah kata-kata konsep Al-Qur'an yang dikenal sebagai qaulan sadidan.

Allah SWT berfirman: “Dan berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu,….”
(Ali Imran: 159)

Dari firman Allah ini, betapa besar peranan komunikasi dalam tatanan hidup manusia sebagai mahluk sosial. Menurut pakar komunikasi, dalam masa 24 jam, 70% waktu manusia diisi dengan komunikasi. Begitu banyaknya waktu yang kita habiskan dalam komunikasi. Salah komunikasi atau 'miscommunication' akan mengakibatkan salah persepsi, atau dalam bahasa umumnya “tidak bersambung”.

Faktor yang paling penting dalam berdakwah ialah komunikasi. maka sebagai muslim kita harus tahu etika berkomunikasi yang sesuai dengan ajaran Islam. Rasullullah SAW adalah komunikator yang paling hebat, setiap pesanan yang beliau sampaikan pasti berkesan dihati para sahabat, bahkan dihati kaum musyrik yang memusuhinya.

Tiada agama yang paling sempurna kecuali Islam, tidak kira siapapun sama ada ia muslim atau non muslim bila saja mau menggunakan akal untuk berfikir, pasti akan sampai pada kesimpulan yang sama. Bayangkan, Islam tidak hanya mengatur kehidupan akhirat, duniawi, teknologi, bahkan sampai kepada hal-hal yang kecil pun seperti tatacara mandi, berpakaian atau tidur diatur Islam, melalui sunnah Rasullulah SAW, uswatun hasanah bagi kita.



Islam juga banyak mengatur tatacara berkomunikasi. Sungguh beruntung kita ditakdirkan sebagai seorang muslim, karena hidup kita mempunyai tuntunan yang lengkap dan menyeluruh. Lengkap karena kita memiliki Al Quran dan hadits sebagai sumber hukum yang paling otentik dan dipercayai.

Rasululah SAW mengatakan, ”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang dapat bermanfaat bagi orang lain,” atau, ”Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang sangat baik kepada tetangganya,” dan banyak lagi hadits-hadits yang menyuruh kita untuk mencintai saudara kita sesama muslim seperti kita mencintai diri kita sendiri. Semua ini membuktikan betapa kita harus berkomunikasi dengan nilai-nilai Islam, hingga lisan kita tidak akan menyakiti orang lain, bahkan sebaliknya setiap kata yang diucapkan dapat menyejukkan hati.

Allah SWT berfirman, ”Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan berpuak-puar agar kamu saling mengenali, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling takwa diantara kamu sekalian”.
(Al Hujarat: 13)

Dari ayat ini, Allah SWT menyuruh kita untuk saling mengenal, meskipun berbeda suku, berbeda bangsa, berbeda budaya, berbeda warna kulit. Sebagai manusia kita harus menjalin komunikasi yang baik. Seterusnya Allah juga menegaskan yang paling mulia di sisi Allah bukanlah yang paling kaya, paling cantik, paling pintar, paling popular dan sebagainya, namun yang paling mulia adalah manusia yang paling bertakwa kepada Allah SWT.

Setiap manusia mempunyai karakter, sifat dan keperibadian yang berbeda. Anak yang lahir kembar identik pun pasti memiliki sifat dan karakter yang tidak sama. Untuk itu Islam mengatur tatacara bergaul yang benar, agar seseorang dapat bersinergi dengan orang lain walaupun mempunyai keperibadian, sikap dan watak yang berbeda.

Rendah hati (tawadhu') dan mengucapkan kata-kata yang baik (Qaulan Salaamah). Rendah hati adalah sifat yang sangat mulia, orang yang tawadhu' akan tercermin dari sifat dan tingkah lakunya. Dalam pergaulan orang yang tawadhu pasti disenangi, apabila mereka berkata-kara mereka berkata dengan sewajarnya, kepada yang lebih tua mereka menghormati, namun kepada yang lebih muda mereka menyayangi. Orang seperti ini bila ditakdirkan menjadi pemimpin, mereka akan tampil sebagai pemimpin yang amanah.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari hari.

NOVI WULANDARI
181130020
HUKUM EKONOMI SYARIAH
SEMESTER 2/A

http://www.ahmadtabrani.web.id/
Sumber:
https://jalandamai.org/etika-berkomunikasi-islam.html/amp

18 comments:

  1. Terimakasih, bermanfaat sekali:)

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Sangat membantu kak:)

    ReplyDelete
  4. Terimakasih,sangat bermanfaat:)

    ReplyDelete
  5. Nice, terima kasih ilmunya ka

    ReplyDelete
  6. Sangat bermanfaat ka buat masa yang akan datangg

    ReplyDelete
  7. terimakasih sudah memberikan tambahan pengetahuan

    ReplyDelete
  8. Jika dilihat dari keadaan skrang yaitu berkomunikasi dimedia sosial apakah etika berkomunikasi itu sama halnya dengan berkomunikasi di dunia nyata? Tolong penjelasannya ka, terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Etika komunikasi di internet pada dasarnya sama dengan etika berkomunikasi di “dunia nyata” dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, menggunakan kata-kata yang baik (sopan), ramah, serta berbicara jelas dan mudah dimengerti.

      Delete
    2. Terima kasih kak atas jawabannya

      Delete
  9. Bagussss sekali kak sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  10. Sangat bermanfaat. Terimakasih kakak

    ReplyDelete